Minggu, 02 Mei 2010


DISKRIPSI SINGKAT PERUSAHAAN

Energy Mega Persada Tbk adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bagian hulu minyak dan gas di Indonesia. Perusahaan ini telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada bulan Juni 2004, Energi Mega Persada Tbk terbukti memiliki dan mengoperasikan cadangan minyak dan gas dari 189 juta barrel ekuivalen minyak yang terletak di 8 diskrit blok di seluruh Indonesia. Energi Mega Persada go public pada Juni 2004 dengan harga IPO Rp.160 per saham.

Misi dari perusahaan ini adalah untuk memaksimalkan nilai pemegang saham melalui penemuan-penemuan, mendapatkan minyak dan gas dengan biaya rendah, secara optimal dan efisien dengan seimbang karena mau belanja pengembangan dan eksplorasi dalam mengejar pertumbuhan penjualan jangka panjang dan pengelolaan bijaksana cadangan. Perusahaan ini berkomitmen untuk menjaga standar tertinggi dalam tata pemerintahan, pengembangan keterampilan lokal, pengelolaan lingkungan serta kesehatan dan keselamatan demi kepentingan semua karyawan dan stakeholder.

ANALISIS

Grafik pergerakan return saham dan return pasar





Analisis grafik pergerakan return saham dan return pasar pada pergerakan ri cenderung stabil dapat dilihat di table ri mengalami penurunan ketika pada bulan Juni – September 2009. berbeda dengan pergerakan rm yang mengalami penurunan yang tajam pada Maret 2009- Oktober 2009.

Untuk mengukur tingkat resiko pasar dan saham, dapat dilakukan dengan cara menghitung standar deviasi dari return pasar dan return saham. Semakin besar standar deviasi, maka semakin tinggi tingkat resiko nya diperoleh standar deviasi return saham 105,4551 adalah sedangkan standar deviasi return pasar adalah 486,298. Semakin tinggi nilai standar deviasi semakin tinggi juga resikonya.

Linier regression :

Y = α + βX

dimana :

Y = return saham

β = beta mewakili coefficient of regression

α = intercept mewakili alpha

X = return pasar

alpha Ri sebesar 417,09

beta Ri sebesar 25,24

alpha Rm sebesar 2.209,57

beta Rm sebesar 23,51

Analisis terhadap beta saham :

Beta merupakan suatu pengukur volatilitas (volatility) return suatu ekuitas terhadap return pasar. Volatilitas sendiri merupakan fluktuasi dari return-return suatu sekuritas dalam suatu periode waktu tertentu. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa beta merupakan pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas relatif terhadap risiko pasar. Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistematik yang tidak dapat dihilangkan karena diversifikasi. Beta suatu sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan dasar historis ( forecast, SPSS, dan EVIEW).

Beta dapat dihitung dengan menggunakan teknik regresi yang memasukkan return saham sebagai variabel dependent dan return pasar sebagai variabel independent. Persamaan regresi yang dihasilkan dari data time series akan menghasilkan koefisien Beta yang diasumsikan stabil dari waktu ke waktu selama masa periode observasi. Jika beta sifatnya stabil maka semakin lama periode observasi yang digunakan semakin baik hasil dari beta.

Dari perhitungan return saham Energi Mega Persada Tbk diketahui bahwa return sahamnya tidak fluktuatif dan nyaris tidak memberikan return dalam beberapa periode. Dari pengumpulan data saham perusahan ini untuk penghitungan return saham maupun IHSG sebagai elemen penghitungan return pasar diperoleh bahwa rata-rata return saham Energi Mega Persada Tbk adalah sebesar 424,462 sedangkan untuk rata-rata return pasar menunjukkan angka 2105,93.

Dari data tersebut diperoleh nilai beta untuk Rm yaitu sebesar 23,51 dimana nilai beta tersebut merupakan koefisien parameter dari variabel return pasar (Rm). Selain itu, dari persamaan regresi tersebut diperoleh bahwa antara return saham dan return pasar mempunyai hubungan yang positif. Hal tersebut tampak dari nilai α dan β dimana apabila nilai X naik maka nilai Y naik. Nilai beta sifatnya stabil maka semakin lama periode observasi yang digunakan semakin baik hasil dari beta. Hal itu dikarenakan kesalahan pengukurannya semakin kecil.

KESIMPULAN

Pada PT.ENERGI MEGA PERSADA Tbk merupakan perusahaan yang mengalami penurunan harga pengembalian saham dari beberapa periode tetapi ada juga beberapa periode yang menunjukkan fluktuasi (data naik turun) pada data yang dihitung tetapi tetap saja perusahaan bisa dikatakan tidak stabil. tetapi mencoba mengalami peningkatan pada periode bulan januari 2010 yaitu pada Rm. Pada perusahaan tersebut menyimpulkan bahwa saham perusahaan cukup berisiko karena standar deviasi saham lebih besar dari pada standar deviasi pasar.